pernahkah anda semua bertanya: Siapa aku? Kenapa aku diciptakan? Untuk siapa aku diciptakan?
Perjalanan hidup yang tidak kita ketahui menuntut kita mengenali diri kita sendiri dulu kemudian orang lain. Hubungan yang kita jalin mengantarkan kita pada pemahaman karakter-karakter yang lain. Tak Ada salahnya kita menjadi orang lain demi kebahagiaan orang disekitar kita atau menjadi diri sendiri yang mungkin orang lain tidak bisa menerima kita. Apakah kita harus bohong?
Perjalanan hidup yang tidak kita ketahui menuntut kita mengenali diri kita sendiri dulu kemudian orang lain. Hubungan yang kita jalin mengantarkan kita pada pemahaman karakter-karakter yang lain. Tak Ada salahnya kita menjadi orang lain demi kebahagiaan orang disekitar kita atau menjadi diri sendiri yang mungkin orang lain tidak bisa menerima kita. Apakah kita harus bohong?
"Dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah. Setiap kita dapat satu peranan yang harus kita mainkan. ada peran wajar dan ada peran berpura-pura"...
Sepenggal lirik dari lagu Panggung Sandiwara yang dinyanyikan oleh Nicky Astria, yang mencoba menyadarkan kita pada sebuah arti dari karakter yang kita jalani dalam hidup ini. Sebuah "pekerjaan rumah" untuk diri sendiri dalam berkelana mencari arti hidup. Semua itu berhubungan satu sama lain, apa yang harus kita perankan di kehidupan ini dengan nilai dari orang-orang yang dekat dengan kita.
Memang nilai itu tidak bisa membahagiakan kita, tapi membuat kita terkurung dalam penjara pikiran. Sebagai contoh saya sendiri, dulu saya adalah seorang yang bisa dikatakan kotor dan penuh dosa. saya pernah terlibat pergaulan bebas. Akan tetapi saya belum pernah melakukan hubungan intim pada setiap perempuan yang memadu kasih dengan saya. Saya tidak pernah merasakan rasa minuman keras dan Narkoba. Saya seorang muslim tapi tidak pernah sholat, mungkin bisa dikatakan saya adalah Atheis.
Dari itulah orang lain memandang saya dan menilai diri saya sendiri sebagai manusia rendah. Tapi saya berubah pada tahun 2008 sampai sekarang. Dan sampai sekarang, nilai-nilai itu masih dalam otak teman saya. Ada yang berusaha membenci, ada juga yang menerima masa lalu saya. Bagi yang membenci, masa lalu saya menjadi "senjata" supaya saya tidak mempunyai teman dan menghancurkan hidup saya.
Dan bagi yang menerima, mereka mementingkan kondisiku yang sekarang daripada masa lalu. Mereka mencoba memasuki pikiranku dengan hal-hal yang positif. Saya tahu ketika kalian membaca tulisan saya ini, mungkin timbul nilai yang berbeda. Ada yang menyalahkanku dan ada yang mungkin mendoakanku agar lebih baik lagi.
Kita semua sadar, bahwa kita mempunyai latar belakang yang berbeda. Ada yang baik dan ada yang buruk, dan kita semua tidak mau kalau kita mempunyai latar belakang dan penilaian yang buruk. Kalaupun kita sudah berubah menjadi seseorang yang lebih baik, kita tidak berharap ada yang membicarakan masa lalu yang buruk itu.
Dalam banyak hal itu adalah sebuah sifat bentukan dari pembawaan pergaulan. Saya sadar, ada yang lebih buruk dan masih melakukanya sampai sekarang. Bukan bermaksud membela diri, tapi saya cerita sebuah realita yang ada di Masyarakat.
Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Dari itulah orang lain memandang saya dan menilai diri saya sendiri sebagai manusia rendah. Tapi saya berubah pada tahun 2008 sampai sekarang. Dan sampai sekarang, nilai-nilai itu masih dalam otak teman saya. Ada yang berusaha membenci, ada juga yang menerima masa lalu saya. Bagi yang membenci, masa lalu saya menjadi "senjata" supaya saya tidak mempunyai teman dan menghancurkan hidup saya.
Dan bagi yang menerima, mereka mementingkan kondisiku yang sekarang daripada masa lalu. Mereka mencoba memasuki pikiranku dengan hal-hal yang positif. Saya tahu ketika kalian membaca tulisan saya ini, mungkin timbul nilai yang berbeda. Ada yang menyalahkanku dan ada yang mungkin mendoakanku agar lebih baik lagi.
Kita semua sadar, bahwa kita mempunyai latar belakang yang berbeda. Ada yang baik dan ada yang buruk, dan kita semua tidak mau kalau kita mempunyai latar belakang dan penilaian yang buruk. Kalaupun kita sudah berubah menjadi seseorang yang lebih baik, kita tidak berharap ada yang membicarakan masa lalu yang buruk itu.
Dalam banyak hal itu adalah sebuah sifat bentukan dari pembawaan pergaulan. Saya sadar, ada yang lebih buruk dan masih melakukanya sampai sekarang. Bukan bermaksud membela diri, tapi saya cerita sebuah realita yang ada di Masyarakat.
Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar